- By Malika Thabina
- 10 September 2026
Medsos Bikin Rame, Website Bikin Bertahan: Cerita dari Balik Layar UMKM
Hampir semua UMKM di Indonesia punya cerita awal yang mirip: mulai jualan dari akun Instagram, promosi lewat status WhatsApp, lalu pesanan mulai masuk lewat DM. Praktis, murah, dan cepat kelihatan hasilnya. Wajar kalau banyak yang merasa itu saja sudah cukup.
Tapi coba bayangkan skenario ini: suatu hari akun Instagram tiba-tiba kena suspend tanpa alasan jelas, atau nomor WhatsApp yang dipakai bertahun-tahun harus ganti karena hilang. Semua riwayat chat pelanggan, katalog produk yang sudah disusun rapi, bahkan follower yang susah payah dikumpulkan — bisa hilang begitu saja. Bukan cerita menakut-nakuti, ini risiko nyata yang sering dialami pelaku usaha kecil.
Medsos Itu "Numpang", Website Itu "Rumah Sendiri"
Ibaratnya, jualan lewat media sosial itu seperti menyewa lapak di pasar milik orang lain. Aturan mainnya ditentukan pihak platform, bisa berubah kapan saja, dan pemilik usaha tidak punya kendali penuh atas nasib tokonya sendiri. Sementara website sendiri itu seperti punya rumah — tampilannya bisa diatur sesuka hati, tidak akan hilang mendadak karena kebijakan pihak lain, dan sepenuhnya jadi identitas milik bisnis itu sendiri.
Selain itu, calon pembeli yang serius biasanya tetap mencari kepastian lebih sebelum bertransaksi, apalagi untuk pembelian dengan nilai yang tidak kecil. Sebuah website resmi, lengkap dengan informasi kontak dan profil usaha yang jelas, sering kali menjadi penentu antara "dilirik" dan "dipercaya".
Bukan Berarti Harus Pilih Salah Satu
Untungnya, ini bukan soal harus meninggalkan medsos demi website, atau sebaliknya. Keduanya justru saling melengkapi. Media sosial tetap jadi tempat yang pas untuk membangun kedekatan dan interaksi harian dengan pelanggan, sementara website berperan sebagai pusat informasi resmi dan tempat pelanggan baru bisa mengenal usaha secara lebih lengkap — kapan saja, tanpa tergantung jam aktif admin.
Mulai dari yang Sederhana Dulu
Kabar baiknya, membuat website untuk UMKM sekarang tidak lagi seribet atau semahal dulu. Tidak perlu langsung membangun sistem yang rumit — cukup mulai dari website company profile sederhana yang menampilkan produk, harga, dan cara pemesanan dengan jelas. Yang penting, dikerjakan oleh tim yang memang paham kebutuhan usaha kecil, bukan sekadar template asal jadi.
BogorWebsite.com, bagian dari PT. Tujuh Cahaya Teknologi yang sudah berpengalaman lebih dari 15 tahun, sudah membantu banyak pelaku usaha kecil — mulai dari toko kelontong, katering rumahan, sampai bisnis jasa lokal — untuk punya kehadiran digital yang lebih meyakinkan.
Sudah rame di medsos tapi belum punya rumah sendiri di dunia digital? Ceritakan usaha Anda ke tim BogorWebsite.com lewat WhatsApp, konsultasinya gratis kok.