- By Malika Thabina
- 09 September 2026
Fee Marketplace Naik, Bisnis Pindah ke Website: Ini yang Perlu Anda Tahu
Beberapa bulan terakhir, coba perhatikan lini masa Threads atau TikTok—ada pola yang cukup mencolok. Bukan cuma seller kecil yang mengeluh soal biaya marketplace, tapi brand-brand yang sudah cukup besar pun ikut bersuara. Beberapa bahkan benar-benar menutup toko di Shopee atau TikTok Shop dan mengarahkan pelanggan langsung ke website mereka sendiri.
Fee Naik, Margin Terkikis
Skema biaya di marketplace besar memang berubah cukup signifikan sepanjang 2026: komisi, biaya pemrosesan per transaksi, sampai biaya logistik yang semuanya dibebankan ke seller. Kalau ditotal dengan biaya iklan di dalam platform yang juga makin mahal, potongan dari satu transaksi bisa menyentuh 20-30 persen. Buat seller dengan omzet besar, itu bukan angka kecil—bisa ratusan juta rupiah per tahun cuma untuk "sewa lapak".
Yang bikin situasi makin terasa berat: aturan main di marketplace bisa berubah kapan saja tanpa banyak ruang negosiasi buat penjual. Data pelanggan, histori transaksi, sampai reputasi toko—semuanya "menumpang" di platform orang lain.
Bukan Meninggalkan Marketplace, Tapi Menambah Fondasi
Menariknya, kebanyakan brand yang mulai bangun website sendiri bukan berniat kabur total dari marketplace. Marketplace tetap punya kekuatan untuk mendatangkan pembeli baru lewat traffic organiknya yang besar. Tapi mereka sadar, kalau semua penjualan dan data pelanggan cuma bergantung pada satu-dua platform, risikonya terlalu tinggi.
Website sendiri jadi semacam "rumah" yang benar-benar dikuasai penuh oleh brand: nol komisi per transaksi, data pelanggan tersimpan sendiri, dan branding bisa didesain sesuai identitas, bukan mengikuti template platform.
Bukan Sekadar Website Statis, Tapi Web Development yang Terhubung dengan Bisnis
Di titik ini, penting dibedakan antara "punya website" dan "web development" yang sebenarnya. Toko online yang serius biasanya butuh lebih dari halaman statis: sistem pemesanan yang terintegrasi, dashboard untuk kelola stok dan transaksi, sampai koneksi ke payment gateway dan WhatsApp untuk notifikasi otomatis. Ini area di mana jasa web development berpengalaman jadi penting, karena bukan cuma soal desain, tapi juga arsitektur sistem yang bisa berkembang seiring bisnis tumbuh.
Tim yang paham kebutuhan ini akan memastikan website Anda ringan diakses dari HP, aman dari sisi data, dan gampang di-maintain jangka panjang—bukan cuma dibangun sekali lalu ditinggal begitu saja.
Mulai Sebelum Terlambat
Membangun website sendiri memang butuh investasi waktu dan biaya di awal, apalagi untuk membangun traffic lewat SEO yang hasilnya tidak instan. Tapi dibandingkan terus-menerus membayar potongan besar ke platform pihak ketiga, ini investasi yang jauh lebih masuk akal untuk jangka panjang.
Kalau bisnis Anda masih 100 persen bergantung pada marketplace dan mulai merasakan margin makin tipis, mungkin ini saatnya mempertimbangkan punya aset digital sendiri. Tim BogorWebsite.com sudah berpengalaman lebih dari 15 tahun membangun website dan web app untuk berbagai jenis bisnis di Indonesia. Hubungi kami untuk konsultasi gratis soal kebutuhan web development bisnis Anda.