Blog Details

image

Ciri-Ciri Website Tidak SEO Friendly yang Sering Luput dari Perhatian Pemilik Bisnis

Ciri-Ciri Website Tidak SEO Friendly yang Perlu Diperiksa Sejak Dini

Banyak pemilik bisnis baru sadar ada yang salah dengan website mereka setelah traffic tidak kunjung naik selama berbulan-bulan. Padahal, beberapa ciri website yang tidak SEO friendly sebenarnya bisa dikenali lebih awal, jauh sebelum kerugian bisnis menumpuk. Berikut lima indikator teknis yang paling sering ditemukan pada website yang belum dioptimasi dengan baik.

Struktur URL yang Berantakan

URL yang dipenuhi angka acak, parameter panjang, atau kombinasi huruf tanpa makna membuat mesin pencari maupun pengunjung kesulitan memahami isi halaman. Idealnya, URL mencerminkan topik halaman secara singkat dan menggunakan tanda hubung sebagai pemisah kata. Struktur folder yang terlalu dalam—lebih dari tiga tingkat—juga membuat halaman lebih sulit dirayapi Googlebot secara efisien. Kalau Anda menemukan URL seperti "domainanda.com/page?id=847&cat=12" di website sendiri, itu tanda struktur perlu dirapikan.

Meta Title dan Meta Description yang Hilang atau Duplikat

Setiap halaman seharusnya punya judul dan deskripsi meta yang unik. Sayangnya, banyak website—terutama yang dibangun dari template generik—memakai deskripsi yang sama persis di puluhan halaman berbeda. Akibatnya, mesin pencari kesulitan membedakan mana halaman yang paling relevan untuk ditampilkan, dan pengunjung pun melihat cuplikan pencarian yang generik, kurang menarik untuk diklik. Cara mengeceknya cukup mudah: buka beberapa halaman lewat fitur "lihat kode sumber" di browser, lalu bandingkan tag title dan meta description satu sama lain.

Loading Lambat dan Core Web Vitals yang Buruk

Sejak Google resmi menjadikan Core Web Vitals sebagai sinyal peringkat, kecepatan bukan lagi sekadar soal kenyamanan. Tiga metrik utamanya—LCP (kecepatan konten utama muncul), INP (responsivitas saat diklik), dan CLS (stabilitas tampilan saat memuat)—punya standar yang cukup ketat: LCP idealnya di bawah 2,5 detik, INP di bawah 200 milidetik. Gambar berukuran besar yang belum dikompres biasanya jadi penyebab paling umum LCP yang lambat. Anda bisa mengecek skor ini secara gratis lewat Google PageSpeed Insights atau laporan Core Web Vitals di Search Console.

Gambar Tanpa Alt Text dan Tautan yang Rusak

Mesin pencari tidak "melihat" gambar seperti manusia—mereka mengandalkan atribut alt text untuk memahami isinya. Website yang mengunggah puluhan gambar tanpa deskripsi ini kehilangan peluang muncul di pencarian gambar Google, sekaligus mengurangi aksesibilitas bagi pengguna pembaca layar. Ditambah lagi, tautan internal yang mengarah ke halaman 404 (broken link) memberi kesan situs kurang terawat di mata Google, dan bisa membuat pengunjung frustrasi lalu meninggalkan halaman begitu saja.

Struktur Konten Tanpa Fokus dan Heading yang Tidak Jelas

Halaman yang membahas terlalu banyak topik sekaligus tanpa heading yang jelas (H1, H2, H3) membuat Google kesulitan menentukan konten itu sebenarnya tentang apa. Website yang sehat secara SEO biasanya punya struktur topik yang konsisten, saling terhubung lewat tautan internal, sehingga mesin pencari bisa membaca fokus keahlian situs tersebut secara utuh—bukan sekadar kumpulan halaman acak.

Kalau beberapa ciri di atas terasa familiar dengan kondisi website Anda saat ini, itu bukan hal yang perlu dibiarkan berlarut-larut. Tim BogorWebsite.com menyediakan layanan jasa SEO untuk membenahi struktur teknis semacam ini, atau kalau website Anda memang sudah waktunya dibangun ulang dari nol, layanan pembuatan website kami dirancang dengan fondasi SEO friendly sejak awal. Silakan kunjungi website kami untuk konsultasi lebih lanjut soal kondisi website Anda saat ini.